Sehat bersama Glucoach 4Life

Sehat bersama Glucoach 4Life

Bahaya Tersembunyi dibalik manisnya gula

 

Berapa banyak gula yang Anda konsumsi tiap hari? Mulai dari gula pasir untuk menyeduh kopi , dari kue-kue manis, hingga minuman ringan? Hati-hatilah, mengkonsumsi gula berlebihan selain membahayakan juga menyebabkan kecanduan.

 

Siapa yang tidak menyukai gula? Semenjak lahir kita telah dibuai oleh manisnya air susu ibu. Karena itu tanpa sadar terlah terbentuk semacam ikatan emosional dengan rasa manis. Meskipun begitu, taka da salahnya mulai mencermati berapa banyak gula yang biasa kita konsumsi tiap hari, Karena gula hadir dalam berbagai bentuk yang sering tidak kita ketahui. Kita juga perlu memahami mengapa gula sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.

 

GULA PASIR BUKAN MAKANAN BERGIZI

Gula yang sehari-hari kita kenal adalah gula dalam bentuk sukrosa, yaitu gula pasir putih yang diproses secara industry dari air tebu atau bit. Sukrosa tidak bisa digolongkan dalam makanan bergizi karena selama proses pengolahannya, seluruh kandungan vitamin, mineral, protein, serat, air dan zat-zat pendukung penting lainnya telah terbuang. Struktur kimiawi sukrosa tidak terdapat di alam dan karenanya tidak cocok untuk system tubuh manusia.

 

Ketika dikonsumsi, gula jenis ini akan dengan cepat meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga merangsang pancreas mengeluarkan insulin (hormone yang bertugas mengendalikan kadar gula darah) untuk menyeimbangkannya kembali. Fluktuasi yang cepat pada kadar gula darah seperti itu bukanlah hal yang sehat karena menimbulkan stress pada tubuh. Selain dalam bentuk gula pasir sebagai penyeduh the dan kopi, waspadai gula yang tersembunyi dalam berbagai makanan dan minuman manis seperti cake, donat, pie, permen, pastry, aneka kue kering dan biscuit, es krim, milk, shake, hingga aneka minuman ringan olahan bergula (soft drink)

 

Berbeda dengan gula-gula lain seperti fruktosa pada buah-buahan dan madu, laktosa pada susu dan maltose pada biji-bijian termasuk zat alami yang memiliki nilai gizi. Sedangkan gula mentah (row sugar) adalah jenis gula yang bentuknya kasar dan lengket. Asalnya dari air tebu dan pembuatannya hanya dilakukan dengan cara direbus biasa, jenis gula ini masih mengandung sedikit gizi, tetapi sekarang gula mentah agak sulit diperoleh.

 

Sedangkan yang disebut dengan gula cokelat atau brown sugar seperti yang banyak dijual di pasar swalayan, sebenarnya tidak lebih dari gula pasir putih yang diberi molase untuk memperkaya rasa dan warnyanya. Jadi jika dikonsumsi akan memberikan efek yang sama di dalam tubuh kita.

 

Efek dari Sukrosa pada system tubuh kita:

  1. Bisa menekan system imun

Sukrosa menekan system imun dengan cara memaksa pancreas memproduksi insulin secara berlebihan. Insulin akan tetap tinggal dalm sirkulasi darah walaupun proses penguraian gula sudah lama selesai. Salah satu efeknya adalah menekan produksi hormone pertumbuhan (growth hormone) pada kelenjar pituitary (kelenjar seukuran biji kacang polong yang terletak pada dasar otak)

Hormon pertumbuhan adalah regulator utama pada system imun. Karena itu kebiasaan mengkonsumsi banyak gula setiap hari akan menyebabkan defisiensi hormone pertumbuha  yang serius dan konsekuensinya adalah menurunnya kekebalan tubuh akibat darah terus menerus kebanjiran insulin.

Selain itu kelebihan gula dalam darah dapat menyebabkan defisiensi vitamin C. Gula darah dan vitamin C memiliki struktur kimia yang serupa. Ketika kadar gula dalam darah meningkat, mereka akan berlomba memasuki sel-sel tubuh. Jika kadarnya sangat tinggi, mereka akan memenuhi sel-sel tubuh dan tidak menyisakan tempat untuk vitamin C. Padahal sel-sel darah putih memerlukan vitamin C untuk melakukan fungsinya membasmi virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Sistem imun juga akan memperlakukan gula pasir sebagai zat asing yang bersifat racun, karena struktur kimiawinya yang sudah tidak alami lagi dan adanya zat-zat kimia lainnya yang digunakan dalam proses pengolahan. Jadi gula tidak hanya memicu respon (yang tidak perlu terjadi) dari system imun saja, tetapi sekaligus juga menekan fungsi imun itu sendiri.

 

  1. Merusak berbagai organ

Beban berlebihan pada pankreas disuatu titik akan menyebabkan peradangan dan gangguan produksi insulin. Kekurangan insulin menyebabkan kadar gula dalam darah terus menerus tinggi dan jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Gula juga memicu pertumbuhan jamur candida penyebab infeksi candidiasis seperti masalah keputihan, sariawan, dsb.

 

Karena gula tidak bergizi, metabolismenya akan menggunakan persediaan gizi yang ada pada jaringan. Karena itu konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan tubuh kekurangan gizi. Penelitian terakhir juga membuktikan bahwa kerusakan gigi akibat gula bukan semata-mata disebabkan melekatnya gula pada gigi dan bakteri saja, tetapi juga akibat berkurangnya kalsium dari gigi. Gula juga menghabiskan persediaan kalium dan magnesium dalam tubuh yaitu mineral-mineral yang dibutuhkan untuk fungsi jantung sehat, sehingga dapat menjadi factor penyebab penyakit jantung.

Kebanyakan orang mengkonsumsi gula melebihi kebutuhan yang digunakan untuk energy. Padahal kelebihan gula akan selalu diubah oleh liver menjadi molekul yang disebut trigliserida dan disimpan sebagai lemak. Atau menghasilkan kolesterol dari sisa metabolisme gula yang akan masuk ke pembuluh darah dan arteri. Disini gula dapat menjad factor penyebab obesitas dan penyempitan pembuluh arteri.

Disamping itu, berkurangnya persediaan gizi akibat gula juga meningkatkan keinginan makan yang berlebihan. Sebenarnya itu merupakan isyarat tubuh meminta kembali zat-zat gizi yang tadinya dipinjam untuk metabolism gula.

 

 

  1. Mempercepat penuaan dan memperparah kanker

Alasan lain yang perlu dipertimbangkan dalam menghindari gula adalah untuk memperlambat proses penuaan. Gula menimbulkan penuaan dengan dua cara, pertama dengan membuat ikatan dengan protein dalam tubuh sehingga membentuk senyawa campuran gula protein yang disebut advanced glycation end products (AGEs). Semakin tinggi kadar AGEs dalam darah, semakin cepat kita mengalami proses penuaan.

Kedua, kadar gula yang tinggi dalam aliran darah juga merangsang meningkatnya jumlah radikal bebas yang juga berakibat mempercepat proses penuaan. Didalam pembuluh darah, radikal bebas menimbulkan terjadinya penumpukan plak yang bisa memicu penyumbatan arteri dan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Bagi penderita kanker, mengontrol kadar gula dalam darah dengan cara membatasi konsumsi gula juga membantu memperlambat pertumbuhan kanker dan meningkatkan kekebalan tubuh. Karena itu mengontrol kadar gula dalam darah dengan berbagai cara merupakan salah satu hal terpenting dalam program terapi kanker.

 

  1. Menyebabkan kegemukan dan kecanduan

Para ahli gizi dari Universitas Cornell juga pernah meneliti bahwa terlalu banyak meminum minuman ringan bergula mudah menyebabkan anak-anak kegemukan. Sebab, anak-anak itu tidak pernah menghitung tambahan kalori yang mereka dapat dari minuman ringan tersebut dan tetap makan dengan porsi seperti biasa. Minuman ringan yang diteliti terdiri dari minuman bersoda, the dalam kemasan botol dan berbagai minuman dengan rasa buah.

Tentunya tidak mungkin bagi kita untuk menghindari mengkonsumsi gula salam sekali. Apalagi menghindarinya secara drastic. Gula adalah zat adiktif (bersifat menyebabkan ketergantungan) seperti narkoba. Semakin banyak yang kita konsumsi, semakin besar keinginan kita untuk terus mengkonsumsinya. Jadi menghentikan kebiasaan makan gula secara mendadak juga bisa menimbulkan gejala seperti ketika menghentikan narkoba, antara lain kelelahan (fatique), lesu, depresi, gangguan suasana hati, nyeri anggota badan, dan kepala pusing.

 

  1. Kurangi dari sedikit

Karena gula banyak sumbernya, konsumsi gula pasir maksimal yang dianjurkan adalah 2sendok teh perhari.

Penggunaan gula alami seperti misalnya stevia dan konsentrat jus buah dalam hal ini, bisa dipertimbangkan sebagai alternative. Sebab berbeda dengan gula olahan yang memasuki aliran darah dengan cepat sehingga mudah menimbulkan berbagai masalah kesehatan, gula alami lebih perlahan memasuki aliran darah. Dengan begitu lebih sedikit menimbulkan masalah pada insulin. Selain itu gula alami juga tidak semanis gula pasir sehingga tidak mudah menimbulkan kecanduan.

Walaupun begitu, gula alami juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan, jika sudah terbiasa mengkonsumsi sedikit gula, maka semua makanan akan terasa lebih enak. Karena kita akan lebih sensitive dalam merasakan manisnya makanan alami. Jadi kecanduan gula sedikit demi sedikit akan bisa terkontrol, tubuh terasa lebih enak dan kita pun akan tidur lebih nyenyak.

 

Untuk Sahabat yang sudah terlanjur kadar gulanya meningkat atau lebih dari normal, bisa memulai mengkonsumsi Transfer Factor Glucoach.

Glucoah berbahan  antara lain Vhromium, Vanadium & Ginseng yang mengimbangi gula dan metabolisme, Juga mengandung Fenugreek (Trigonella foenum-graceum), Bitter Melon, Gymnema, Indian Kino, Korean Ginseng, Alpha lipoic Acid

 

 

No Comments

Post A Comment